Postingan

Bumper-bumper besar di tengah krisis besar

Minggu, 29 Juli 2012 Manufacturing Hope 37 Sambil mengikuti sidang kabinet yang membicarakan pertumbuhan ekonomi di Kementerian Perindustrian Jumat lalu, saya iseng-iseng mengingat di luar kepala proyek apa saja yang akan dikerjakan BUMN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi itu. Saya buat daftarnya di kertas. Ternyata banyak sekali. Tahun ini saja 15 pabrik besar harus mulai dibangun. Ketika Presiden SBY menyebut dampak krisis ekonomi Eropa pada pertumbuhan ekonomi kita, saya pun punya tekad bulat: tidak boleh satu pun dari 15 proyek tersebut yang batal atau ditunda. Krisis ekonomi yang kian berat memang mengerikan, tapi BUMN harus bisa jadi salah satu bumper bagi ekonomi Indonesia. Setiap pembatalan atau penundaan proyek tersebut bukan saja membawa dampak pada penurunan aktivitas ekonomi, tapi juga membawa dampak pskologis yang bisa membuat orang bersikap wait and see. Semua pihak memang harus bertekad menjaga agar target pertumbuhan ekonomi seperti yang diinginkan Presid...

Mogok di hari pertama, 100 km/jam hari-hari berikutnya

Senin, 23 Juli 2012 Manufacturing Hope 36 “Mogok lagi ya Pak?” tanya seorang wartawan melalui SMS. Rupanya, sekitar pukul 17.00 itu twitter sudah ramai berkicau bahwa ujicoba hari kedua Mobil Listrik Ahmadi ini mogok lagi. Bukan main senangnya mereka yang berharap proyek mobil listrik ini gagal. Maka untuk menambah kegembiraan itu, saya pun menjawab sekenanya: Mogoooooook! Hehehe! Saat itu sebenarnya ujicoba belum dimulai. Jam-jam itu (Selasa, 17 Juli 2012) saya masih bersama wartawan di restoran di Depok, 2 km dari workshop milik Dasep Ahmadi. Ujicoba baru akan dimulai pukul 19.00. Memang, awalnya ujicoba dilakukan pukul 15.00. Yakni setelah saya kembali dari mengikuti Bapak Presiden SBY menghadiri HUT GP Ansor di Solo. Begitu tiba di Depok, Jabar ternyata mobil belum siap. Belum mulai di-charge. Bahkan belum bisa di-charge. Masih ada persoalan yang belum terpecahkan: mengapa charging-nya tidak berfungsi.  Beberapa teknisi (anak-anak lulusan SMK, D-3,  dan Madrasah ...

Abah Sorgum yang Mendorong Tepung Antiautis

Senin, 16 Juli 2012 Manufacturing Hope 35 Sejumlah ahli sorgum berkumpul di Kementerian Riset dan Teknologi. Saya dan Menristek Dr Gusti M. Hatta ikut hadir. Mereka bukan saja yang ahli dalam hal keilmuan seperti Prof Dr Sungkono dari Universitas Lampung (dan IPB), tapi juga para praktisi yang sudah mempraktikkan menanam sorgum di berbagai wilayah. Kita memang punya problem yang kelihatannya sulit dipecahkan seumur hidup kita: Kita ini akan terus impor gandum besar-besaran setiap tahun. Sejak lebih 40 tahun lalu dan sampai entah berapa ratus tahun lagi. Kebiasaan kita makan mi dan roti tidak akan bisa dibendung lagi. Berarti pemakaian gandum akan terus meningkat. Padahal, kita tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Tanah kita dan iklim kita tidak cocok untuk tanaman gandum. Kecuali, ahli-ahli pertanian kita menemukan cara baru kelak. Yakni, cara memanfaatkan lahan yang tidak subur untuk gandum. Kita tidak mungkin menggunakan sawah-sawah subur kita ...

Menghindari Perkawinan Inces di Padang Savana

Senin, 09 Juli 2012 Manufacturing Hope 34 Dari NT ke NTT. Itulah jadwal perjalanan Presiden SBY pekan lalu. Dari North Teritory (NT) di Australia ke NTT (Nusa Tenggara Timur) di belahan timur Indonesia. Wilayahnya berdekatan, kondisi alamnya mirip-mirip, dan keduanya menjadi andalan untuk produksi daging bagi negara masing-masing. Bedanya, produksi ternak di NT berlebih untuk Australia, sedangkan produksi ternak NTT tidak cukup untuk Indonesia. Tahun lalu Indonesia harus mengimpor sapi sampai 350.000 ekor, kebanyakan dari NT. Problem itulah yang menjadi fokus kunjungan Presiden SBY ke NT. Ini sangat serius karena bisa jadi impor ternak dari NT akan terus bertambah, yang ujung-ujungnya kelak Indonesia akan bergantung pada Australia. Apalagi, konsumsi daging kita akan terus membubung seiring dengan terus naiknya kelas menengah di Indonesia. Menurut laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah kita naik drastis dalam delapan tahun terakhir. Tahun lalu sudah mencapai 56,5 persen (13...

Mayat Itu Berjalan Lagi Bukan sebagai Kuntilanak

Senin, 02 Juli 2012 Manufacturing Hope 33 APA kabar PT Kertas Leces (Persero)? Yang sudah lebih dari dua tahun mati suri? Yang selama itu nasib karyawannya tidak menentu? Yang diyakini tidak akan bisa hidup lagi kalau tidak digerojok uang negara Rp 200 miliar? Sejak dua minggu lalu pabrik kertas yang sangat besar yang berlokasi di selatan Probolinggo ini mulai siuman. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai kelihatan. Suara mesin sudah kembali menderu. Leces hidup lagi! Bukan sebagai mayat berjalan, tapi sebagai pasien yang sudah bisa dipaksa berjalan. Semula negara sudah setuju kembali menggerojokkan Rp 200 miliar ke Leces. Tapi, ketika saya diangkat menjadi menteri BUMN, rencana penggerojokan itu saya minta ditunda. Saya ingin melihat dulu apakah benar persoalan pokoknya pada modal. Apakah bukan pada manajemen. Ini harus saya pelajari dulu agar negara tidak mudah begitu saja menggerojokkan dana ratusan miliar rupiah. Belum tentu dengan dana tersebut pabrik kertas, atau bisnis a...

Inisiatif Sendiri untuk Mencari Solusi

Senin, 25 Juni 2012 Manufacturing Hope 32 Tanpa diminta oleh Kementerian BUMN, para pimpinan tiga perusahaan ini berkumpul: Garuda Indonesia, Angkara Pura I, dan Angkasa Pura II. Mereka saling curhat, kemudian mencari jalan keluar. Tiga perusahaan BUMN tersebut memang saling terkait. Yang satu bisa menghambat kemajuan yang lain. Atau sebaliknya. Garuda memang tidak mau berhenti berprestasi. Setelah April lalu mengalahkan Malaysian Airlines dan sebulan kemudian mengalahkan Thai Airways, kini Garuda juga sudah diklasifikasikan sebagai penerbangan bintang empat. Tentu, Garuda ingin naik kelas ke bintang lima. Di Asia baru lima penerbangan yang tergolong bintang lima: Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific Hongkong, Asiana Korea Selatan, dan jangan kaget: Hainan Airlines, sebuah penerbangan Hainan, pulau yang akan dijagokan menjadi “Balinya” Tiongkok. Sebagai penerbangan bintang empat, Garuda kini sudah sejajar dengan 32 perusahaan penerbangan dunia seperti Air France Pr...

Menyerahkan PKBL kepada ahlinya

Senin, 18 Juni 2012 Manufacturing Hope 31 Bulan Puasa nanti saya ingin mengundang lembaga-lembaga masyarakat yang selama ini menangani penyaluran dana untuk pengusaha kecil dan mikro. BUMN ingin mencari partner yang andal untuk menangani Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Lembaga itu haruslah bereputasi tinggi, punya pengalaman panjang, teruji, dan benar-benar telah dirasakan manfaatnya oleh pengusaha kecil dan mikro. Lembaga itu juga harus punya kapasitas, sistem dan manajemen yang memadai untuk membina pengusaha kecil dan mikro dalam jumlah besar. BUMN seperti PLN, Pertamina, PGN, PTPN, Garuda, Telkom, Semen Gresik, dan seterusnya adalah perusahaan yang tidak disiapkan untuk membina pengusaha kecil dan mikro. BUMN tersebut tidak punya keahlian, kapasitas dan manajemen untuk itu. PLN atau Semen Gresik, misalnya, adalah perusahaan yang sarat teknologi yang perhatian manajemennya harus tercurah habis untuk kemajuan di bidangnya. Bahkan PLN mesti ditambah tug...